KLIK LAMBANG DAERAH UNTUK MELIHAT BERITA




Ingin Ikutan Perang Air dan Keramaian Imlek di Selatpanjang ?, Perhatikan Hal Berikut

http://www.riaulive.com/ingin-ikutan-perang-air-dan-keramaian-imlek-di-selatpanjang-perhatikan-hal-berikut.html

Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan, M.Si larut dalam kegembiraan saat kegiatan perang Air di Selatpanjang tahun lalu

Selatpanjang – Rapat Koordinasi Perayaan Imlek 2568 tahun 2017 dimana rangkaian kegiatannya diagendakan mulai tanggal 28 Januari hingga 2 Februari 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten kepulauan Meranti, Rabu, 18/01/2017 di Ruang Melati, Setdakab Kepulauan Meranti yang dihadiri oleh hampir semua unsur masyarakat yang ada di kabupaten Kepulauan Meranti menghasilkan beberapa poin penting.

Poin-poin tersebut dipandang perlu dibuat dan disepakati serta dilaksanakan demi menjaga keamanan, ketertiban serta toleransi antar suku, agama yang berada di Kepulauan Meranti khususnya di kota Selatpanjang.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Plt. Sekda Kepulauan Meranti, Julian Norwis ini berlangsung lebih kurang 3 jam dan inilah poin-poin kesepakatan yang disepakati dan akan menjadi acuan dalam perayaan Imlek pada tahun ini :

  1. Untuk kegiatan Perang Air, disepakati dimulai pada pukul 16.00 sampai 18.00 WIB dengan rute Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tebing  Tinggi dan  Jalan A. Yani. Diminta kepada masyarakat yang ikut dalam acara tersebut untuk tidak melakukan perang air diluar waktu dan rute yang telah ditetapkan. Sementara untuk warga yang tidak ingin berpartisipasi dihimbau untuk menghindari rute ini agar tidak tersiram air. Selain itu, masyarakat yang berpartisipasi dilarang menggunakan kendaraan roda 4.
  2. Untuk kegiatan membakar kembang api, petasan/mercon dilakukan mulai pukul 20.00 hingga pukul 24.00 WIB dan khusus untuk rumah ibadah/Vihara/Kelenteng diperbolehkan hingga pukul 02.00 WIB. Bagi masyarakat per-orangan diminta setelah pukul 24.00 tidak lagi membunyikan petasan atau kembang api baik di rumah atau di jalan raya.
  3. Untuk keamanan, peserta Perang Air diminta tidak menggunakan wadah plastik, dan benda keras lainnya. Peserta diminta menggunakan alat seperti pistol air, gayung untuk menyiram atau semprotan air lainnya yang tidak berbahaya. Sedangkan untuk sumber air, rencananya BPBD Kepulauan Meranti melalui Damkar akan mensuplai air dari sumber air bersih yang berada di Jalan Dorak ke titik-titik yang ditentukan.
  4. Kepada seluruh warga masyarakat diminta untuk tetap menjaga kekompakan dan toleransi demi kelancaran kegiatan, apalagi kegiatan Perang Air ini adalah iven wisata nasional.

Unsur TNI/Polri yang hadir dalam rapat ini juga mengatakan bahwa pihak-pihak terkait telah siap untuk mengamankan rangkaian kegiatan Imlek ini. TNI/Polri akan melakukan pengamanan maksimal agar seluruh warga dan wisatawan yang datang merasa nyaman selama kegiatan ini.(RL)

 

Tulis Komentar Anda