KLIK LAMBANG DAERAH UNTUK MELIHAT BERITA




Kejati Riau Keluarkan SP3 Kasus Pengadaan Baju Batik

http://www.riaulive.com/kejati-riau-keluarkan-sp3-kasus-pengadaan-baju-batik.html

kejati-riauPekanbaru – Kasus dugaan korupsi pengadaan baju batik dilingkungan pemerintah provinsi Riau memasuki babak baru. Setelah mencuat sejak tahun 2014, akhirnya Kejaksaan Tinggi Riau mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap penyidikan kasus ini.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau yang baru, Sugeng Riyanta saat diminta konfirmasinya, Senin, (16/08) mengatakan bahwa kasus tersebut sudah SP3.

“Sudah SP3. Kemarin baru saya cek berkasnya dan sudah dihentikan sebelum saya menjabat”, ucapnya. Ini berarti kasus ini sudah dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) saat Asisten Pidana Khusus Kejati Riau masih dijabat oleh Amril Rigo.

Menurut Sugeng, dihentikannya kasus ini dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Riau.

Sebelumnya juga, penyidik juga sudah melakukan gelar perkara. Hasilnya ditemukan tindak pidana dan kerugian negara setelah melakukan perhitungan sendiri.

“Menurut BPKP, kasus ini memang ada perbuatan hukum, tapi tidak ditemukan kerugian,” sebut Sugeng.

Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya Pidana Khusus Kejati Riau mengeluarkan SP3. Kasusnya dihentikan dan tiga orang yang terjerat dalam kasus ini lepas dari status tersangka.

Seperti diberitakan, kasus ini selain menyeret Abdi Haro juga menyeret Garang Dibelani selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) dan Rudi Simbolon selaku Direktur CV Karya Persada.

Ketiganya sudah pernah diperiksa beberapa kali, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka.

Kasus ini bermula dari laporan tentang dugaan penyimpangan dana sebesar Rp4,35 miliar dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 untuk kegiatan pengadaan baju batik di Biro Perlengkapan Setdaprov Riau.

Baca juga : Kejati Angkat Kasus Pengadaan Baju Batik Atas Pesanan Annas Cs ?

Pada kegiatan tersebut ditemukan penyimpangan karena tidak adanya Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan tidak ditentukannya spek dan jumlah baju batik tersebut. Baju batik itu hanya terealisasi sebanyak 7.000 pasang atau sekitar 70 persen.

Dengan dikeluarkannya SP3 kasus ini, status tersangka terhadap Abdi Haro, Garang Dibelani dan Rudi Simbolon otomatis dicabut.(RL)

 

Tulis Komentar Anda